Komisioner KPID KEPRI 2018 - 2021

Pengunjung

1963624
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Seluruhnya
498
3797
24538
50771
1963624

Forecast Today
2304

5.23%
1.97%
1.43%
1.46%
1.17%
88.75%

IP Anda :107.23.176.162

https://dopebearloges.com

https://nicetripdrugs.com/karabash.html Lahirnya Undang-Undang Penyiaran No. 32/2002 lebih dikarenakan tuntutan reformasi termasuk didalamnya reformasi dunia penyiaran yang menempatkan publik sebagai pemilik dan pengendali utama ranah penyiaran. Terbitnya UU ini melahirkan semangat utama yakni pengelolaan sistem penyiaran yang bebas dari berbagai kepentingan, baik pribadi, kelompok, golongan, partai maupun kepentingan bisnis. Karena penyiaran merupakan ranah publik, maka harus digunakan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan publik. Perwujudan filosofinya dari UU tersebut, pertama, adanya pembatasan kepemilikan lembaga penyiaran yang mengharuskan keberagaman kepemilikan (diversity of ownership), dimana prinsip keberagaman kepemilikan lembaga penyiaran tidak terpusat dan dimonopoli oleh segelintir orang atau lembaga saja. Dengan prinsip ini, maka akan menjamin munculnya iklim persaingan yang sehat di dunia penyiaran.

get link