Komisioner KPID KEPRI 2014 - 2017

Komisioner KPID 2014-2017

 

struktur Organisasi

Pengunjung

1590705
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Seluruhnya
357
335
879
5931
1590705

Forecast Today
696

6.20%
0.99%
0.67%
0.83%
0.52%
90.78%

IP Anda :54.162.19.123

Anugerah KPID Kepri yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 oktober 2016 di Hotel CK Tanjung Pinang telah memasuki tahap penilaian tayangan yang dikirimkan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) baik LPS Radio maupun LPS TV yang ada di Kepulauam Riau, tujuan penialain ini adalah untuk mencari pemenang yang akan umumkan saat Anugerah KPID Kepri berlangsung. Sebenarnya jumlah LPS, LPP, LPPL dan LPB di Kepri berjumlah 103 buah, dari jumlah tersebut 97 persen sudah memiliki izin tetap. Yaitu surat izin resmi yang dikeluarkan Kementrian Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI). Proses untuk mendapatkan izin tetap masing-masing LPS berbeda-beda ada yang 4 tahun, ada 6 tahun dan yang 8 tahun semua itu tergantung kelincahan LP dalam mengurus izin ke kominfo.Menurut James F Papilaya, SH, MH, MA selaku ketua panitia mengatakan; Ada beberapa lembaga penayiaran yang ikut lomba dalam Anugerah KPID Kepri tahun ini, untuk LPS TV yaitu I New TV mengirimkan kategori Peduli Pendidikan dan anak, Trans TV, Batam TV dan KCS TV mengirimkan kategori Peduli Pendidikan dan Anak, Peduli Perbatasan dan Peduli Budaya, RCTI Batam mengirimkan Peduli Perbatasan, dan NET TV mengirimkan Peduli Budaya. Sedangkan untuk LPS Radio Radio Batam FM, dan RRI Tanjung Pinang yang lengkap mengirinkan semua kategori, sisanya Radio Zoo FM mengirimkan kategori Peduli Pendidikan Anak dan Peduli Budaya, Radio Al-Jabar mengirimkan kategori Peduli Perbatasan dan Peduli Budaya, RRI Batam mengirimkan Peduli Perbatasan, Radio Pandawa mengrimkan Peduli Pendidikan Anak dan Peduli Perbatasan dan terakhir RRI Ranai mengirimkan materi tayangan Peduli Perbatasan.Dewan juri yang terlibat dalam penilaian tayangan LPS ini adalah Nuning Rodiyah, M.Pd, dari KPI Pusat yang akan banyak menilai berdasaran Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dimana setiap tayangan akan dinilai berdasarkan pedoman yang ada sehingga penialiannya sangat jelas. Dewan juri selanjutnya Uly Shopiah dari Universitas Raja Ali Haji (Umrah) tujuannya adalah agar penilaiannya tidak lepas dari segi akademisi dan Juri terakhir Zakbah dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri harapannya adalah ketika menilai sebuah budaya harus dinilai budayawan yang kesehariaanya memang berkaitan kebudayaan. Tambahnya.Acara ini rencanaya akan disiarkan secara langsung oleh Kepri TV. Kepri TV adalah merupakan satu-satunya LPP Lokal pemerintah daerah Provinsi Kepri, dimana sebelumya masih bernaung dibawah Dinas Pendidikan Kepri. Seiring dengan berjalannya waktu setelah DPRD membuat Pergub dan Perda yang berkaitan dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal maka akhirnya menjadi TV milik pemerintah Kepri yang berdiri sendiri. Selain penilaian terhadap semua tayangan dari LPS KPID Kepri pada tahun ini berencana memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang peduli terhadap perkembangan LPPL. Masing daerah yang akan mendapatkan apreasiasi yaitu Pemerintah Karimun dengan LPPL Radio Canggai Putri, Pemerintah Bintan dengan LPPL Radio Bintan FM, dan TV Kepri milik Pemerintah Provinsi Kepri. Untuk Radio Bunda tanah Melayu milik pemerintah kabupaten Lingga tidak tergolong mendapatkan apresiasi karena pengursan izinnya belum selesai. Pungkasnya.